Pilihan kurma sebagai penganan yang sering dikaitkan dengan makanan sehat di bulan puasa ternyata bukan sama sekali tak berdasar. Sekilas, yang selalu kita dengar dari berbagai media adalah kandungan kalorinya yang tinggi serta mudah dicerna oleh tubuh, jadi dapat mengatasi kekurangan kalori akibat penggunaan energi saat beraktifitas sehari-hari di kala tubuh mengalami perubahan makan.
Namun selain itu ternyata cukup banyak aspek positif lain dari unsur-unsur penyusun makanan yang satu ini. Beberapa penelitian terbaru ternyata membuktikan manfaatnya untuk mencegah stroke, penyakit akibat penyumbatan pembuluh darah yang cukup sering menyebabkan akibat fatal bagi para penderitanya.
Unsur-Unsur Penyusun Kurma
Tak seperti buah-buahan kebanyakan yang merupakan sumber utama bagi kebutuhan vitamin dan mineral dengan kandungan energi atau kalori yang rendah, kurma memang dikenal sangat bermanfaat disantap di saat berbuka karena kandungan karbohidratnya yang tinggi sehingga dapat menyediakan energi yang cukup.
Sebagian kandungan gulanya terdiri atas gula glukosa, fruktosa dan sukrosa pada sebagian varietas kurma tertentu, dan meski mengandung zat gula sebesar 70% zat-zat gula tadi sudah diolah secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan, misalnya fruktosa yang mudah dicerna dan dibakar oleh tubuh. Gula yang terkandung dalam kurma juga rata-rata baru terserap habis dalam tempo 45-60 menit, bandingkan dengan segelas air mengandung glukosa yang diserap tubuh hanya dalam waktu 20-30 menit, dan ini juga yang menjadi alasan mengapa kurma bermanfaat dalam menu berbuka atau terutama sahur karena bisa menahan rasa lapar yang muncul di saat berpuasa.
Kandungan vitaminnya sendiri terdiri dari vitamin A sebesar 50 IU setiap 100 gr kurma kering, thiamin 0,09 mg, dan riboflavin 0,10 mg serta niasin sekitar 2,20 mg.Vitamin A dan niasin memiliki fungsi penting dalam membentuk dan memelihara kulit, sementara bersama riboflavin, niasin akan membantu melepaskan energi dari makanan, dan thiamin berfungsi melepaskan energi dari karbohidrat serta baik bagi sel-sel saraf dan fungsi jantung. Mineral yang terkandung dalam kurma juga sangat diperlukan bagi tubuh seperti zat besi, magnesium, kalsium dan kalium.
Kalium inilah yang terkait dalam penelitian kurma dalam mencegah penyakit stroke. Selain itu, kurma juga mengandung asam nikotinat, serat untuk melunakkan usus dan mengaktifkannya sehingga mempermudah proses pembuangan, dan juga hormon yang dikenal sebagai potuchsin, yang khusus bekerja mencegah perdarahan rahim karena efek menciutkan pembuluh darah yang disebabkannya, serta salisilat yang membuat kurma menyerupai fungsi aspirin, obat berbahan baku zat yang sama.
Terhadap pencegahan stroke, zat ini juga cukup berperan karena bersifat mencegah pembekuan darah, mengatasi peradangan/inflamasi dan menghilangkan nyeri, serta ikut mempengaruhi kelenjar prostat yang menghasilkan kelompok asam lemak hidroksida dalam merangsang kontraksi otot serta menurunkan tekanan darah tinggi.
Kandungan Kalium Dan Pencegahan Stroke
Kalium yang banyak terkandung dalam kurma sangat bermanfaat bagi kesehatan jantung dan pembuluh darah karena kalium berfungsi untuk menstabilkan denyut jantung, mengaktifkan kontraksi otot-ototnya sekaligus mengatur tekanan darah. Beberapa penelitian sudah berhasil membuktikan manfaat kandungan kalium dalam menurunkan resiko serangan stroke ini, antara lain yang pernah dilakukan di California Utara, AS, yang meneliti pola makanan 859 responden di atas usia 50 tahun.
Hasilnya, ternyata perbedaan kecil konsentrasi kalium pada pola makanan dapat menurunkan usia resiko terkena stroke hingga 12 tahun kemudian. Penelitian lain juga sebelumnya menyatakan bahwa orang dengan asupan kalium yang mencapai 3500 gr setiap hari memiliki resiko rendah untuk meninggal akibat penyakit stroke.
Sebaliknya, orang yang secara teratur mengkonsumsi kalium paling rendah (kurang dari 1950 gr perhari) memiliki resiko terserang stroke yang meningkat, dengan harapan meninggal akibat stroke sekitar 2,6 kali pada lelaki dan 4,8 kali pada wanita. Para peneliti ini menyimpulkan bahwa dengan mengkonsumsi satu jenis tambahan makanan kaya kalium (dengan hitungan minimal 400 mg perhari, misalnya kurma sebanyak 5 butir) resiko fatal akibat stroke akan dapat diturunkan hingga 40%.
Dari riset yang dilakukan pakar hipertensi dari sebuah universitas di Minnesota, dr. Louis Tobian,Jr., makanan tinggi kalium juga dapat menstabilkan tekanan darah yang akan mencegah resiko stroke. Riset yang didasarkan pada dua kelompok hewan dengan tekanan darah tinggi (hipertensi) itu menunjukkan bahwa pada kelompok pertama yang diberikan diet tinggi kalium tak ada yang mengalami perdarahan otak, sementara kelompok yang tak diberikan diet sama sekitar 40% menderita perdarahan otak.
Secara teoritis, ia menerangkan bahwa kalium berfungsi dalam menjaga dinding pembuluh darah besar (arteri) tetap elastis dan mengoptimalkan fungsinya sehingga tak mudah rusak akibat tekanan darah yang tinggi. Dengan menurunnya resiko stroke, aktifitas kalium ini juga akan berperan dalam pencegahan penyakit jantung yang pada dasarnya juga berhubungan dengan optimalitas fungsi pembuluh darah.
Kandungan salisilat yang ada pada kurma juga turut membantu stabilitas pembuluh darah dengan kesamaan aktifitas yang ditimbulkannya dengan aspirin, jenis obat peredam nyeri yang banyak digunakan penderita stroke karena fungsinya dalam mencegah pembekuan darah, dan mengendalikan hipertensi lewat pengaruh yang ditimbulkannya pada kadar prostaglandin yang turut berperan dalam proses tekanan darah.
Meski kandungan salisilat dalam makanan belum terbukti bisa menyamai fungsi mengkonsumsi langsung obat aspirin dosis biasa, namun dosis separuhnya yang dikonsumsi perhari sudah terbukti bisa mencegah stroke dan serangan jantung, dan berdasarkan hal ini para ahli menyimpulkan bahwa dosis rendah yang dicapai dalam konsumsi makanan yang mengandung salisilat tinggi seperti kurma juga akan dapat memberikan fungsi yang kurang lebih sama dengan aspirin terhadap pencegahan stroke. (dr. Daniel Irawan/dari berbagai sumber)



![Keikos.Biz [women stuffs]](/wp-content/themes/keikos/images/keikos_logo_1.gif)


Leave a Comment